Stok Bawang Merah Cukup, Harga Fluktuatif

Dilihat 535 kali
Harga bawang merah terpantau variatif di pasaran

BERITAMAGELANG.ID - Stok bawang merah di pasar tradisional terpantau cukup, hargapun mulai melemah walau terpantau belum kembali ke harga semula sebelum Hari Idulfitri 2024. Harga masih berkisar pada angka Rp70.000 per kilogram. Namun harga menunjukkan trend melemah.


"Sebelumnya harga brambang mencapai Rp73.000 per kilogramnya," kata Endro, seorang pedagang di Pasar Bandongan.


Ia mengungkapkan meski harga masih mahal, stok yang dimiliki masih mencukupi. Harganya pun variatif.


"Paling mahal Rp70.000 per kilogram. Di bawahnya Rp65.000. Di bawahnya lagi Rp60.000. Dan yang paling bawah Rp50.000 per kilogram. Jadi kalau tidak mau yang mahal, ada yang lebih murah. Tetap tersedia," ujar Endro.


Hal serupa diungkap seorang pembeli bernama Nurul.


"Barusan saya beli harganya Rp12.000 dapat seperempat kilo. Berarti harga per kilonya Rp48.000," ujarnya.


Namun, data Sehati Magelang yang merupakan portal Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, harga bawang merah di Pasar Babrik semakin mahal. Harga sebelum hari raya adalah Rp32.000 per kilogram. Pada 9 April 2024 naik menjadi Rp65.000 per kilogram. Setelah melewati lebaran harga tidak turun. Pada 19 April 2024 harga malah naik menjadi Rp70.000, mulai 29 April 2024 turun menjadi Rp50.000 per kilogram.


Menanggapi fenomena harga komuditas bawang merah, Analis Perdagangan Ahli Muda pada Dinas Perdagangan Koperasi dam UKM Kabupaten Magelang Tri Handayani menyebut fenomena harga bawang merah tidak terlepas dari kondisi daerah produsen yaitu Brebes. 


"Di Brebes, setahun petani bawang dapat menanam tiga sampai empat kali dengan usia tanam tiga bulan," ungkapnya.


Namun, musim tanam pada Februari-April 2024. Curah hujan tinggi dan itu berisiko terhadap kebusukan. Apalagi beberapa bagian wilayah Brebes tergenang banjir. Semua peristiwa alam itu berpotensi terhadap hasil produksi kurang maksimal.


"Jadi kalau saat ini harga bawang merah naik bisa jadi karena hasil panen tidak sesuai dengan target," jelasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar