Tingkatkan Peran PKBM, Pemkab Magelang Gelar Workshop

Dilihat 1373 kali

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mangelang menyelenggarakan Workshop Peningkatan Peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam Program Penangangan Anak Tidak Sekolah (PATS) di Kabupaten Magelang. Workshop digelar di Hotel Doman Borobudur selama 2 hari pada 17-18 November 2022.


Plt. Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan upaya pencegahan ATS di satuan pendidikan dilakukan dengan cara pengembangan sistem deteksi dini anak rentan putus sekolah yang dilakukan manajemen sekolah dan guru berdasarkan data kehadiran anak dan pencapaian pembelajaran.


"Juga mendeteksi kerentanan anak menjadi putus sekolah, peningkatan dengan keluarga anak berisiko putus sekolah, pendekatan dan pendampingan anak rentan putus sekolah, dan pengembangan lingkungan sekolah yang ramah dan menyenangkan," ujar Nanda.


Nanda menjelaskan setelah proses pendataan dan rekonrfirmasi, ATS dikembalikan ke sekolah formal yaitu bagi ATS yang menginginkan kembali ke sekolah formal dan memenuhi syarat, termasuk sekolah inklusi. Atau opsi yang kedua, yaitu non formal atau PKBM yang sesuai dengan jenjang pendidikan terakhir.


Di sini, peran PKBM sangat dibutuhkan dan diharapkan bisa bekerja sama dengan pondok pesantren yang memiliki program-program tersebut agar ATS bisa tetap melanjutkan belajarnya. Jumlah PKBM yang ada di Kabupaten Magelang ada 20 dan 1 SKB.


"Harapan kami, 1 PKBM harus bisa menuntuskan minimal 10 peserta didik ATS," tandasnya.


Workshop tersebut diikuti 40 peserta dari PKBM se-Kabupaten Magelang, SKB (Standar Kegiatan Belajar) Kabupaten Magelang, Tim PATS Kabupaten Magelang, Kepala Desa Kalisalak, Banyusidi, Sambeng, Kembanglimus beserta verifikator.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar