BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang tengah menguji penerapan material paving untuk akses jalan lingkungan pedesaan dan pemukiman. Sebagai tahap awal, Desa Banyusidi, Pakis menjadi pilot project dengan panjang penanganan sekitar 500 meter.
Uji coba jalan paving mendapat respons positif dari warga karena merasa nyaman dan berharap pembangunan dengan material serupa dapat dilanjutkan.
"Dari hasil yang sekarang sudah terlaksana, warga puas dan senang. Pengennya warga, (pavingisasi) itu diteruskan," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, Jumat (6/11/2026).
Namun demikian, menurut David, Pemkab Magelang tidak akan menggunakan paving untuk seluruh ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Nantinya, jalan yang masih rusak akan tetap diperbaiki menggunakan aspal, termasuk melalui penambalan pada bagian yang berlubang. Penggunaan paving secara menyeluruh dinilai berpotensi membuat target panjang penanganan jalan tidak tercapai.
David menjelaskan, paving memiliki sejumlah keunggulan, terutama untuk jalan yang berada di lingkungan permukiman dan melewati rumah warga. Permukaan jalan dinilai lebih nyaman, sementara perbaikannya relatif mudah karena bagian yang rusak dapat diganti tanpa harus membongkar seluruh ruas.
"Perawatannya juga lebih mudah. Warga juga punya uang bisa beli sekian meter, bawa pulang, pasang sendiri bisa," ujarnya.
Selain itu, penggunaan paving dinilai dapat mengurangi limpasan air permukaan atau run-off. Karena sebagian air hujan dapat meresap melalui celah paving ke tanah. Program tersebut rencananya akan dikembangkan ke lingkungan permukiman lain.
DPUPR akan menangani jalan berstatus jalan kabupaten, sedangkan pembangunan jalan desa dapat dilakukan melalui bantuan keuangan khusus (BKK) dengan dukungan material.
Pemkab Magelang juga membuka peluang agar program ini sekaligus mendorong usaha produksi paving di tingkat desa.
Pemdes diharapkan dapat mengembangkan usaha pembuatan paving sehingga warga tidak hanya menjadi penerima pembangunan, tetapi turut terlibat dalam penyediaan material.
DPUPR, kata David, dapat membantu pendampingan teknis, termasuk pengujian kualitas paving melalui laboratorium yang dimiliki dinas setempat.
Komposisi bahan seperti pasir Merapi, semen, dan material pendukung lainnya akan diuji untuk mendapatkan campuran dengan kekuatan yang sesuai.
"Memang harus uji coba. Nanti dicoba komposisinya, campurannya berapa yang paling bisa maksimal," pungkasnya.

0 Komentar