BERITAMAGELANG.ID - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang berkolaborasi dengan STMM (Sekolah Tinggi Multi Media) Komdigi Yogyakarta mengadakan Pelatihan Literasi Digital Pembuatan Konten Penyuluhan Informasi Kesehatan Bagi Kader Posyandu se-Kabupaten Magelang. Kegiatan digelar selama dua hari pada 27-28 Oktober 2026 di Aula Kantor Kecamatan Mertoyudan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Magelang, Dian Ekawati Grengseng Pamuji. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekolah Tinggi Multi Media yang telah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang dalam menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Magelang.
"Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya dalam menyampaikan informasi kesehatan yang benar, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat," ujar Dian.
Menurutnya, kader Posyandu perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memahami sumber yang terpercaya, serta menyampaikan pesan kesehatan secara tepat dan bertanggung jawab.
"Di sinilah pentingnya literasi digital bagi kader Posyandu," pesannya.
Dalam menjalankan peran tersebut, kader Posyandu dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Saat ini, masyarakat semakin banyak memperoleh informasi melalui media digital, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, maupun berbagai platform lainnya. Informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, termasuk informasi mengenai kesehatan.
Oleh karena itu, peran strategis Kader Posyandu kini perlu ditingkatkan dan didukung dengan kecakapan literasi digital. Penyuluhan kesehatan tidak lagi hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga perlu merambah ke media digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti Instagram, WhatsApp, maupun media sosial lainnya.
"Saya berharap, melalui kegiatan ini, para kader tidak hanya mampu menggunakan teknologi digital, tetapi juga dapat memanfaatkannya sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat," harapnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang, diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Herlina Nurrohmah mengungkapkan, sosialisasi literasi digital dalam pembuatan konten informasi kesehatan bagi kader Posyandu ini baru pertama kali digelar.
"Kami berharap, sekembalinya dari pelatihan ini, Ibu-Ibu sekalian siap menjadi Kader Posyandu Go Digital yang mumpuni, mampu memproduksi konten edukasi kesehatan yang informatif, menarik, dan terpercaya bagi masyarakat di wilayah masing-masing," ujar Herlina.
Ia menambahkan, pelatihan ini diadakan untuk memberikan bekal praktis bagi kader Posyandu. Bekal tersebut diantaranya pemahaman literasi digital untuk menyaring dan membedakan informasi/hoaks kesehatan dari fakta, keterampilan menyusun kalimat penyuluhan yang menarik (caption & copywriting), serta praktik langsung desain infografis kesehatan menggunakan aplikasi ramah pengguna seperti Canva.
Selama kegiatan, acara dipandu dan diisi oleh Tim STTM Komdigi Yogyakarta yang terdiri dari delapan orang unsur dosen dan mahasiswa sebagai narasumber dan tim pelaksana. Kegiatan ini merupakan salah satu pengabdian kepada masyarakat pada semester ganjil 2026/2027.
Materi yang disampaikan pada hari pertama oleh dosen dari STMM mulai dari membedakan berita hoaks dan fakta kesehatan, produksi konten video pendek edukasi kesehatan dan pengenalan media sosial, penyusunan konsep informasi kesehatan dan copywriting. Di akhir sesi dibentuk empat kelompok untuk tiap-tiap kelompok memproduksi konten informasi kesehatan.
Hari kedua, dimulai dengan materi visualisasi infografis menggunakan Canva, selanjutnya visualisasi infografis menggunakan AI, menyusun caption, dan materi terakhir adalah publikasi konten di media sosial. Peserta membuat konten kemudian diunggah ke instagram yang dibuat saat kegiatan berlangsung: @posyandupkm2026.
Pada akhir kegiatan dipilih konten terbaik dari masing-masing tim dan ditutup pembagian sertitikat.
Salah satu peserta pelatihan literasi digital, Widyaningrum, kader Posyandu Desa Carikan Kecamatan Salam mengatakan, selama kegiatan berlangsung, materi yang diberikan sangat menyenangkan dan mudah dipahami.
"Dan saat pembuatan konten di hari pertama juga dibantu oleh tim dari STMM sehingga menghasilkan konten yang edukatif dan informatif untuk ditampilkan dan saya berharap semoga ada pelatihan seperti ini lagi," kata dia.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat. Kader Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh setiap kader Posyandu agar mampu mengakses, memahami, mengolah, serta menyampaikan informasi kesehatan secara tepat, menarik, dan mudah dipahami.
Kegiatan ini diikuti 21 kader Posyandu kecamatan se-Kabupaten Magelang dan dua perwakilan dari Tim Posyandu Dispermades.
0 Komentar