Area Parkir Wisata Penting Sebagai Screening Awal Covid-19

Dilihat 1996 kali
BERITAMAGELANG.ID - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti mengungkapkan screening awal yang sering terlupakan di destinasi wisata adalah area parkir. Menurutnya, lokasi atau area parkir di suatu destinasi wisata harus benar-benar dipersiapkan untuk memfilter para pengunjung yang datang.

"Terkadang para pengelola destinasi wisata lebih fokus pada penerapan protokol kesehatan yang ada di dalam lokasi wisatanya saja. Padahal titik pertama yang paling kompleks justru ada di area parkir, maka ini yang harus dipersiapkan lebih dahulu," kata Retno.

Lanjut Retno, area parkir di suatu tempat destinasi wisata sangat perlu disiapkan secara berlapis, mulai dari kedatangan mobil transportasi, pengecekan suhu tubuh bagi para pengunjung, tempat mencuci tangan, ruang istirahat para supir yang menerapkan physical distancing, pengecekan kesehatan bagi para pedagang yang berada di area parkir, hingga ruangan khusus bagi para pengunjung yang tidak bisa masuk karena tidak memenuhi protokol kesehatan covid-19.

"Coba bayangkan apabila ada pengunjung yang tidak lolos pengecekan kesehatan, bagaimana perlakuannya. Alangkah baiknya disiapkan tempat khusus tersendiri yang juga nyaman. 

Lalu para pedagang yang sering ada di area parkir, itu juga harus dipikirkan kesehatannya dan diedukasi. Selain itu para supir juga harus diberikan tempat khusus supaya tidak bergerombol dengan supir yang lain, apalagi mereka berasal dari berbagai kota mungkin," papar Retno.

Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Magelang masih melakukan kajian dan pendataan desa mana saja yang masuk kategori zona hijau (aman) sebagai acuan untuk bisa dilakukannya kegiatan perekonomian terutama sektor pariwisata.

"Untuk di wilayah Borobudur sendiri hampir setiap desa sudah tidak hijau, dengan catatan ada ODP, PDP, dan terkinfirmasi positif Covid-19. Nah, kami akan lebih petakan lagi desa mana yang paling aman. Nanti kita akan bagi per kategori. Contoh saja desa A jumlah ODP 2, PDP 1, terkonfirmasi positif 0, berarti desa tersebut masuk dalam kategori aman," jelas Retno.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang