Baznas RI Bakal Kembangkan Lumbung Pangan di Kabupaten Magelang

Dilihat 10 kali

BERITAMAGELANG.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong penguatan ekonomi petani di Kabupaten Magelang melalui Program Lumbung Pangan. Program tersebut mengembangkan budi daya padi dan cabai dengan total luasan sekitar 90 hektare, terdiri atas 75 hektare tanaman padi dan 15 hektare cabai.

Program tersebut dibahas dalam FGD Program Lumbung Pangan Padi dan Cabai Baznas RI yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (18/9/2026).

Ketua Baznas Kabupaten Magelang, M. Kholid As'adi mengatakan, program tersebut menjadi bentuk kepercayaan Baznas RI dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.

"Kami berharap program ini bisa berhasil dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Kami juga mohon arahan dan petunjuk agar program ini dapat berjalan dengan baik," katanya.

Perwakilan Divisi Usaha Pertanian dan Perkebunan Baznas RI, Tatik Kurniati mengatakan, Program Lumbung Pangan merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan. Program tersebut diarahkan agar petani tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga pendampingan budi daya, penguatan kelompok, manajemen keuangan hingga akses pasar.

"Tujuannya bagaimana para petani bisa lebih profesional dalam budi dayanya, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan," ujarnya.

Di Kabupaten Magelang, program tersebut menyasar kelompok petani di wilayah Salaman dan Sawangan. Komoditas yang dikembangkan meliputi padi dan cabai dengan total lahan sekitar 90 hektare.

Nilai dukungan program disebut mencapai sekitar Rp600 juta untuk dua kelompok tani. Selain bantuan usaha, Baznas menyiapkan pendampingan teknis agar petani mampu meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Hasil panen cabai juga diarahkan memiliki kepastian pasar melalui keterlibatan off-taker. Dengan demikian, petani tidak hanya didorong menghasilkan komoditas, tetapi juga memiliki akses pemasaran.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menekankan pentingnya konsolidasi antar kelompok petani. Menurutnya, pengelolaan lahan dalam satu kawasan akan memudahkan pendampingan dan intervensi program pemerintah.

"Kalau konsolidasi geografisnya ada, insya Allah akan lebih mudah. Bantuan-bantuan pemerintah juga bisa diarahkan berdasarkan konsolidasi geografis," kata Grengseng.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kekompakan sumber daya manusia di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis.

Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan bantuan modal, tetapi juga kemampuan petani bekerja dalam kelompok, meningkatkan keterampilan, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

"Petani dengan keahliannya harus bisa menjadi teladan bagi yang lain," kata dia.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang