Dampak Wabah Covid-19, Pasar Muntilan Sepi

Dilihat 5243 kali
Lorong pasar Muntilan Kabupaten Magelang, Selasa (24/3/2020)
BERITAMAGELANG.ID - Dampak wabah Covid-19, Pasar Muntilan di Kabupaten Magelang menjadi sepi. Kondisi itu dikeluhkan para pedagang karena omzet mereka menurun drastis.

"Sepi, akibat pembeli takut Corona," kata salah satu pedagang Pasar Muntilan, Tutik, Selasa (24/3/2020).

Menurut Tutik, sebelum ada Corona aktivitas perdagangan selalu ramai dan sibuk melayani pembeli hingga menjelang tutup pasar pukul 18.00 WIB. Namun, saat ini pasar yang dibuka pada bulan April 2019 ini sangat sepi.

Hanya satu dua orang saja yang terlihat meilntas di antara lorong kios dan los yang beberapa diantaranya tutup.

Kondisi itu diikuti menurunnya omzet hasil jualan aneka makanan khas Magelang yang sudah dilakoni Tuti 10 tahun terakhir. Ia mengaku saat ini turun drastis, sekitar 70 persen.  

"Dulu sampai kewalahan menjual, sekarang lebih banyak duduk-duduk," ujarnya.

Bahkan, pengaruh kabar berita hoax yang tersebar di masyarakat semakin membuat pasar Muntilan bertambah sepi. 

"Kabar tersebar pasar mau tutup ketika ada info Corona. Itu bertepatan dengan penutupan (candi) Borobudur," terang salah satu petugas Keamanan Pasar Muntilan, Juwarno.

Dari 3.000 lebih pedagang pedagang los dan kios, lanjut Juwarno, juga banyak yang memilih tutup. Selain sepi pembeli, kondisi kekhawatiran terpapar Corona juga menjadikan para pedagang memilih di rumah untuk istirahat.

"Lantai dua pakaian sepatu aksesoris pada tutup," ujarnya.

Juwarno berharap ada bantuan cairan antiseptik pembersih tangan yang bisa digunakan pedagang dan pengunjung pasar. 

Meski demikian, upaya antisipasi penyebaran virus Corona yakni dengan penyemprotan cairan disinfektan sudah dilakukan secara mandiri oleh paguyuban pedagang pasar ini. 

Para pedagang melakukan iuran untuk melakukan penyemprotan disinfektan itu.

"Penyemprotan mandiri disinfektan mandiri pada Jumat (20/3/2020) kemarin," tuturnnya.

Juwarno menambahkan, pasar tradisional Muntilan Kabupaten Magelang ini menjadi pasar bersih terbesar di wilayah Karesidenan Kedu. Pasar ini juga berlokasi strategis di tepi jalur utama dari Yogyakarta ke Semarang yang selalu menjadi tempat berburu oleh-oleh dan aneka kebutuhan masyarakat maupun wisatawan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang