BERITAMAGELANG.ID - Ratusan jemaah putra dan putri dari berbagai daerah terhanyut dalam perenungan mendalam saat mengikuti Kajian Islam yang digelar oleh Majelis Taklim Sahabat Muslimah Muntilan (Salima) di Joglo Ngawen Dairy Farm, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (29/11). Kajian yang dihadiri lebih dari 700 jemaah ini menghadirkan narasumber Ustad Muhammad Abduh Tuasikal, seorang Da'i, Pemimpin Pondok Pesantren Darush Solihin, dan CEO of Rumasyo.com. Ia membawakan tema yang sama dengan judul buku terbarunya, "Dosa itu Candu".
Tema yang mendalam ini sukses membuat para jemaah terhanyut dalam perenungan atas dosa-dosa yang selama ini dilakukan dan berulang.
Dalam pemaparannya, Ustad Muhammad Abduh Tuasikal banyak menjelaskan faedah dari kitab Ad-Daa' wa Ad-Dawaa' karya Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah, yang secara tegas mengungkapkan dampak-dampak buruk maksiat (perbuatan dosa).
"Di antara dampaknya maksiat, salah satunya yaitu maksiat menghalangi masuknya ilmu," terang Ustadz Abduh.
Ustad menegaskan bahwa karunia Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.
"Ilmu itu karunia dan cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati, sedangkan maksiat adalah pemadam cahaya tersebut," jelasnya.
Selain menghalangi ilmu, maksiat juga dapat menjadi penghalang datangnya rezeki. Ustadz Abduh mengutip Hadis Riwayat Ahmad (5:277), yang berisi peringatan bahwa seorang hamba akan terhalang dari rezeki karena dosa yang diperbuatnya.
Ustadz Abduh juga memaparkan urutan fokus setan dalam menjerumuskan manusia ada enam hal, namun empat yang hal yang disebutkan pertama adalah dosa semua, yaitu pertama kesyirikan dan kemunafikan, selanjutnya bid'ah (perkara baru dalam agama), dosa besar, dan dosa kecil.
Mengutip para ulama, Ustadz Abduh melanjutkan bahwa dampak maksiat juga dapat menghilangkan keberkahan umur. Ia mengingatkan jemaah bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan hati, dan umur manusia yang sebenarnya bukanlah sekadar lama hidup di dunia, melainkan waktu yang digunakan dalam ketaatan kepada Allah.
"Waktu yang digunakan dalam ketaatan inilah umur sebenarnya. Oleh karena itu, kebaikan dan ketaatan akan menambah umurnya yang sebenarnya, dan selain itu tidaklah menambah umurnya," ungkapnya penuh penekanan.
Di akhir penyampaian, Ustadz Abduh Tuasikal memberikan solusi bagi para jemaah yang merasa terjerat dalam dosa yang mencandu dengan menyebutkan tiga syarat taubat yang harus dipenuhi, yaitu berhenti bermaksiat, menyesali perbuatannya, dan bertekad tidak mengulanginya kembali.
Antusiasme jemaah terlihat jelas, baik selama sesi pemaparan maupun saat sesi tanya jawab. Banyak jemaah yang kemudian membeli buku berjudul "Dosa itu Candu" di lokasi setelah kajian berakhir.
Supriyadi, salah seorang jemaah dari Meteseh, Magelang, mengungkapkan kepuasannya.
"Saya dan istri rutin datang ke Majelis Taklim Salima karena selalu menghadirkan guru-guru yang berkompeten tentang agama Islam, salah satunya Ustad Muhammad Abduh Tuasikal. Seperti pagi ini kami tercerahkan tentang dosa yang membuat kecanduan," ujarnya.
Erviena, Ketua Majelis Taklim Salima, menyatakan harapannya agar kajian-kajian tematik yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Salima dapat terus memberikan ilmu yang bermanfaat dan menginspirasi jemaah untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

0 Komentar