Genta Perdamaian Dunia Digaungkan di Candi Borobudur

Dilihat 1026 kali
Pemukulan genta perdamaian dalam Borobudur International World Peace And Prosperity 2023

BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 60 Raja Nusantara dan 5 duta besar negara sahabat menyerukan kerja sama artikulatif untuk memajukan perdamaian dunia.


Hal ini dituangkan dengan pemukulan genta perdamaian dunia di perayaan Waisak 5667/2023 yang digelar di Taman Aksobya Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (2/6/2023) malam.


Ketua panitia Borobudur International World Peace And Prosperity 2023, Ricky Surya Perkasa mengatakan acara yang berlangsung sejak siang hingga malam ini ditandai dengan pemukulan genta perdamaian dunia.


Hal ini sebagai wujud komitmen bersama seluruh umat dalam perayaan Waisak di Candi Borobudur.


"Kita ingin Candi Borobudur menjadi episentrum peradaban dan budaya dunia dalam upaya menciptakan perdamaian dunia,” kata Ricky di sela kegiatan tersebut.


Lebih lanjut Ricky mengatakan, kesepakatan bersama untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan merupakan salah satu upaya mewujudkan perdamaian dunia. Kondisi tersebut mensyaratkan toleransi dalam setiap benak manusia.


Untuk itu ia mengajak semua pihak merefleksikan nilai universal dari agama berupa pencerahan, sehingga agama hadir untuk menyelesaikan persoalan umat manusia demi mencapai kehidupan yang damai.


Di sisi lain, umat bergama perlu saling mendukung dalam menjalankan ibadah masing-masing guna menciptakan keharmonisan dalam keberagaman. Jadi tanpa kesejahteraan tidak ada perdamaian, dan juga sebaliknya, tanpa perdamaian juga tidak ada kesejahteraan, 


"Kita memiliki prinsip 4, yaitu pilar yang mendukung perdamaian dunia ini salah satunya cinta kasih, belas kasih, keharmonisan, dan kesetaraan. Yaitu adalah pilar dari kami, ya kami harapkan kita bersama sebarkan sehingga menjadi upaya konkret," harapnya.


Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko yang hadir secara virtual di Borobudur International World Peace And Prosperity 2023 berpesan agar Waisak ini menjadi momen yang tepat untuk introspeksi diri dari apa yang telah dilakukan, apakah itu hal baik atau buruk bagi sesama.


Menurutnya, saat ini kita menghadapi tantangan besar, bukan saja tantangan race global namun juga kita juga menghadapi tantangan situasi politik dalam negeri. Untuk itu saya berharap semua pihak harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


"Kita harus menjaga sikap dan tindakan kita dalam keseharian agar tercipta suasana harmonis. Kita selalu menginstrospeksi diri kita masing masing agar ada perubahan yang semakin baik dari hari ke hari dan untuk ke depan," pesannya.


Selain pemukulan genta perdamaian, dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan berbagai tarian tradisional Kabupaten Magelang yang juga dilakukan pelepasan puluhan burung merpati sebagai simbol perdamaian serta prosesi menyalakan ratusan lilin yang bermakna penerangan, harapan terwujudnya perdamaian dunia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar