Ibu-Ibu Dharma Wanita Gerakkan Pungut Sampah di Nepal Van Java

Dilihat 21 kali
Dharma Wanita Persatuan (DWP) DLH Kabupaten Magelang melakukan gerakan pungut sampah di kawasan objek wisata Nepal Van Java.

BERITAMAGELANG.ID - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, melakukan gerakan pungut sampah dan sosialisasi pengelolaan sampah di kawasan objek wisata Nepal Van Java, Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jumat (18/9/2026). Kegiatan dilakukan dalam memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026.

Kegiatan diawali dengan gerakan pungut sampah (GPS) yang secara resmi dilepas oleh Sekretaris DLH Kabupaten Magelang, Ismail. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan destinasi yang menjadi salah satu daya tarik wisata Kabupaten Magelang.

Peserta bersama masyarakat melakukan pemungutan dan pengumpulan sampah di sejumlah titik kawasan wisata.

Selain aksi bersih lingkungan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi pengelolaan sampah yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas (PSPK) DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari.

"Sosialisasi ini, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam pengelolaan sampah, mulai dari pengelola wisata, pengunjung hingga masyarakat sekitar, dengan lingkungan dan masyarakat berbudaya bersih," kata Uswatun Wulandari.

Kesadaran pengelola wisata, pengunjung, dan masyarakat terkait pengelolaan sampah sangat penting. Pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan ketika sudah terjadi penumpukan, tetapi harus dimulai dari sumbernya, melalui pengurangan dan pemilahan sampah.

Menurutnya, kawasan wisata memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah karena tingginya aktivitas pengunjung. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama agar kegiatan pariwisata tetap memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Ketua DWP DLH Kabupaten Magelang, Wahyu Setyaningrum Triagung menyampaikan, kebersihan merupakan bagian penting dalam menciptakan kenyamanan kawasan wisata. Untuk itu, DWP DLH menyerahkan bibit pohon sebagai bagian dari upaya mendorong penghijauan, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan wisata.

"Kebersihan tempat wisata sangat penting. Wisatawan tentu akan merasa lebih nyaman apabila lingkungan yang dikunjungi bersih, tertata dan asri. Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," ajaknya.

Kepala Dusun Butuh, Lilik Setiawan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada DWP DLH Kabupaten Magelang yang telah memilih kawasan Nepal Van Java sebagai lokasi kegiatan.

"Kami berterima kasih dan menyambut baik kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat maupun pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan," harapnya.

Kegiatan WCD 2026 di Nepal Van Java menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa wisata bersih bukan sekadar slogan, tetapi membutuhkan aksi nyata dan partisipasi bersama.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Aksi Sampah Tuntas Desa, yang mendorong pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan berbasis desa.

Melalui keterlibatan masyarakat, pengelola wisata dan berbagai pihak, sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan. Namun ditindaklanjuti dengan pengurangan dan pemilahan dari sumber, pengolahan sampah yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi, serta memastikan sampah yang tidak dapat dikelola dapat tertangani dengan baik.

Dengan demikian, kawasan wisata seperti Nepal Van Java dapat menjadi bagian dari gerakan bersama menuju sampah tuntas dari desa, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Magelang yang bersih, sehat dan lestari.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang