Letusan Minor Merapi Bukan Fenomena Freatik

Dilihat 2082 kali
Visual normal Gunung Merapi dari Pos Ngepos Ngablak Srumbung Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/05)

BERITAMAGELANG.ID - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, fenomena erupsi Gunung Merapi pada Jumat (11/05) pagi pukul 07.40 WIB kemarin sebagai letusan minor, bukan letusan freatik.

Petugas di Pos Pengamatan Gunung Merapi (Pos PGA) Ngepos, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Heru Suprawoko mengatakan, erupsi minor Jumat pagi kemarin berasal dari tekanan gas dari magma, bukan letusan freatik yang dipicu adanya kontak antara magma dengan air bawah permukaan.

"Bukan letusan freatik, kita menyebut letusan kemarin sebagai letusan minor karena dipicu tekanan gas magma dalam perut Merapi. Sementara letusan freatik terjadi akibat kontak magma dengan air. Saat ini wilayah puncak Merapi sangat kering tidak ada air," jelas Heru.

Letusan minor tersebut, lanjut Heru, juga memiliki kecenderungan hembusan uap yang disertai material vulkanis tipis berupa debu pasir dan air.

"Kapasitas material yang dikeluarkan juga sedikit mudah diterbangkan angin ke pemukiman warga," lanjutnya.  

Heru mengungkapkan, meski tanpa diawali tanda-tanda, fenomena letusan minor ataupun hembusan ini terjadi sesekali saja, bukan karakter erupsi Merapi. Potensi bahaya pun minim hanya untuk aktivitas di radius 2 hingga 5 kilometer.

"Letusan minor terjadi lantaran puncak kawah Merapi kini terbuka paska erupsi besar tahun 2010 lalu. Letusan minor ini tidak disertai erupsi susulan sehingga relatif aman untuk masyarakat di lereng Merapi," jelasnya.

Heru mencontohkan, sebelum letusan minor Jumat pagi kemarin, kegempaan Merapi dalam satu pekan tidak ada peningkatan. Sejak 1 Mei hingga menjelang letusan minor Jumat (11/05) hanya tercatat 34 gempa guguran (GG), 7 kali gempa multipase (MP), dan 6 kali gempa vulkanik dalam (VA).

"Hembusan asap berwarna putih keabu-abuan kemarin berlangsung sekitar 4 menit. Antara 2 jam sebelumnya hanya terdeteksi peningkatan suhu kawah saja," tambahnya.  

Secara visual, pada Sabtu (12/05) pagi, Gunung Merapi terpantau cerah. Dari puncak gunung yang memiliki tinggi 2.930 meter di atas permukaan laut tersebut hanya nampak kepulan asap sulfatara tipis setinggi dua puluh meter yang mengarah ke utara.

Demikian pula aktifitas warga yang berada dilereng barat Gunung Merapi saat ini sudah kembali normal. Demi keselamatan BPPTKG menghimbu zona aman aktifitas warga dibawah 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar