Santri Masuk Desa, Terapkan Edukasi Sosial

Dilihat 3217 kali
Siswa membantu warga saat berkebun di ladang cabai dalam program Santri Masuk Desa

BERITAMAGELANG.ID - Program Santri Masuk Desa (SMD) bertujuan mengembangkan jiwa sosial siswa dalam bermasyarakat. Siswa diterjunkan langsung di lingkungan masyarakat selama satu pekan dan siswa tinggal di rumah warga setempat. 


"Selama itu siswa melakukan kegiatan yang berbaur atau berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, dan dimaksudkan agar siswa lebih mengenal lingkungan sekitar," kata Kepala SMA IT Ihsanul Fikri, Nur Cahyo Hidayati, yang menerapkan program SMD di sekolahnya.


Kegiatan tersebut sebagai wujud pengabdian pelajar kepada masyarakat dan sudah berjalan sejak 2009. Dijelaskannya, kebanyakan siswa boarding school tersebut berasal dari kalangan keluarga menengah ke atas. Sehingga dengan adanya kegiatan tersebut, para siswa bisa belajar hidup mandiri dengan keseharian yang sederhana. 


Kegiatan yang dilakukan siswa di tengah masyarakat meliputi aktivitas masyarakat, diantaranya membantu warga dalam hal jual beli, kegiatan bertani dan bercocok tanam hingga panen.


"Siswa kami juga ikut membantu dalam mengajar agama dan keterampilan di TPA yang ada di sekitar lokasi," lanjutnya.


Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut, siswa mendapat edukasi baru dalam bersosial di masyarakat secara langsung, yang sebelumnya selama ini mereka hanya fokus dengan pengajaran akademik di sekolah.


"Terlebih dulu kami berkoordinasi dengan Pemerintah Desa yang kami pilih sebagai tempat untuk kegiatan Santri Masuk Desa. Setiap satu dusun ada rombongan siswa berjumlah 10 anak," jelasnya.


Para guru ikut mengamati dan mengevaluasi secara rutin kegiatan siswa selama di lapangan, setelah kegiatan tersebut selesai ternyata mendapat tanggapan baik dari masyarakat.


"Bahkan kami mendapat permintaan dari warga setempat agar kegiatan tersebut dilanjutkan," imbuh Waka Kurikulum SMA IT Ihsanul Fikri, Mualimin. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang