Pembangunan KSPN Pertahankan Bangunan Zaman Belanda

Dilihat 2624 kali
Bangunan gardu peninggalan Belanda, tidak tergusur pembangunan trotoar KSPN Borobudur

BERITAMAGELANG.ID - Pembangunan proyek program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur tampaknya juga menjaga bangunan heritage kolonial Belanda. Hal tersebut tampak di Dusun Brongsongan Desa Wringinputih Kecamatan Borobudur Magelang.


Di dusun yang terletak di jalan penghubung Borobudur-Salaman-Purworejo berdiri sebuah bangunan Belanda. Masyarakat sekitar menyebutnya gardu. Pelebaran jalan dan pembangunan trotoar proyek KSPN membuat gardu tersebut tampak mepet di bahu jalan.


"Dulu posisi gardu jauh dari jalan, tapi karena pembangunan jalan, maka jalan semakin lebar dan posisi gardu tampak di pinggir jalan.


Warga sini menginginkan gardu itu tetap ada karena hanya tinggal satu gardu itu. Dulu pernah ada di Ngrajek Mungkid tapi sudah dibongkar. Warga masih merawat gardu, mulai rutin mengecat dinding gardu, hingga mengganti atap gardu," ucap salah satu warga Dusun Brongsongan, Sudadih, Kamis (8/4/2021).


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Kementerian PU Cipta Karya, Awang Nofika, mengatakan, pihaknya membangun trotoar sepanjang 1,3 km dari Kujon Borobudur hingga perbatasan Kecamatan Salaman melintasi gardu tersebut.


"Gardu tersebut tidak diperkenankan untuk dibongkar karena untuk dilestarikan. Dan pembangunan trotoar hanya sampai pada samping gardu," terang Awang.


Pemerhati sejarah Magelang, Chandra Gusta Wisnuwardana, menerangkan, fungsi gardu tersebut untuk pos keamanan pada zaman Belanda. Terlebih jalur tersebut adalah jalan penghubung Magelang-Purworejo.


"Bangunan tersebut tentunya sebagai pos penjagaan, bisa penjagaan militer atau industri, seperti di Sleman Jogja masih ada pos gardu seperti itu dimana dilokasi tersebut banyak pabrik Belanda kala itu.


Kebijakan untuk melestarikan bangunan era kolonial tentunya sangat bagus, karena bisa menjadi ikon daerah tersebut. Dan juga sebagai pertanda bahwa wilayah tersebut dahulu merupakan wilayah penting," jelas Gusta.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang